SAMPAH MENJADI BAHAN BAKAR
Empat perguruan tinggi ternama di Jawa Timur, yaitu Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, bersinergi dalam sebuah proyek inovatif lingkungan. Kolaborasi akademis ini menargetkan pengolahan sampah domestik menjadi bahan bakar alternatif bio solar di Desa Kembangbelor, yang ditargetkan dapat beroperasi sepenuhnya pada akhir tahun 2026.
Solusi Atasi Penumpukan Sampah Desa
Langkah progresif ini diambil sebagai respons atas keprihatinan terhadap penumpukan sampah di Desa Kembangbelor. Selama ini, pembakaran sampah secara konvensional menjadi jalan pintas yang sering diambil warga, namun metode tersebut bukanlah solusi karena memicu polusi udara baru. Melalui program kolaboratif ini, tim akademisi berupaya mengedukasi masyarakat guna meningkatkan kesadaran agar tidak membuang sampah sembarangan sekaligus memberikan nilai tambah pada limbah domestik.
Teknologi Pirolisis sebagai Kunci Konversi
Proses konversi energi ini mengandalkan teknologi mesin pirolisis yang dirancang ramah lingkungan. Melalui sistem ini, sampah yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomi akan diolah menjadi barang yang sangat bermanfaat. Berikut adalah mekanisme kerja teknologi tersebut:
- Pemilahan Sampah: Sampah plastik kering yang tidak bernilai jual dikumpulkan dan dipisahkan dari sampah organik.
- Pemanasan Tanpa Oksigen: Sampah dimasukkan ke dalam reaktor kedap udara untuk dipanaskan pada suhu tinggi hingga mengalami dekomposisi termal.
- Kondensasi Uap: Gas hasil pembakaran didinginkan melalui kondensor hingga mengembun dan menghasilkan cairan bahan bakar setara bio solar.
Langkah Menuju Kemandirian Energi
Melalui inisiatif ini, sampah yang semula menjadi beban lingkungan akan bertransformasi menjadi sumber energi terbarukan yang bermanfaat langsung bagi aktivitas masyarakat setempat. Keberhasilan proyek yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026 mendatang diharapkan dapat menjadi model percontohan nasional bagi desa-desa lain di Indonesia dalam mewujudkan kemandirian energi berbasis pengelolaan sampah mandiri.
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin